Apa Kabar E-Village Budgeting ?
Kamis, 24 Oktober 2019
Sejak peluncurannya tahun 2015 lalu, E-Village Budgeting telah membawa Banyuwangi menuju perubahan dalam tata kelola keuangan dan aset desa. Sistem ini menyinergikan keuangan dan pembangunan di tingkat desa dengan kabupaten. Pengawasannya pun jadi lebih efektif dan efisien mengingat wilayah Banyuwangi yang sangat luas. Desa-desa dapat melakukan pelaporan langsung dari desanya dengan menggunakan aplikasi ini.
Setelah empat tahun berjalan, EVB memberikan progress positif bagi desa-desa di Banyuwangi. Para petugas di desa tak henti belajar mengelola keuangan dan aset. BPKAD Banyuwangi sebagai pengelola keuangan dan aset daerah melakukan pendampingan kepada desa-desa tersebut. Pada tahun 2019 ini, pendampingan dimulai sejak bulan Agustus dengan dibagi menjadi tiga tim, yaitu tim dari BPKAD, BPM-Pemdes dan Inspektorat.
Bertempat di aula Artha Graha BPKAD Kabupaten Banyuwangi, desa-desa yang mendapatkan pendampingan terdiri dari 9 kecamatan, yaitu kecamatan Wongsorejo, Kalibaru, Tegalsari, Srono, Glagah, Pesanggaran, Songgon, Tegaldlimo dan Siliragung. Dari 9 kecamatan tersebut, ada 51 desa yang menjadi sampel pendampingan, sementara desa-desa yang lain telah mendapatkan pendampingan serupa pada 2018.
Pendampingan tersebut bertujuan agar penata keuangan di tingkat desa mampu melakukan penataan keuangan dan aset yang tertib dan benar secara mandiri. Mereka mendapat materi mulai dari penatausahaan pendapatan dan belanja keuangan atau aset hingga menjadi laporan keuangan desa. Selanjutnya, desa diharapkan dapat lebih mandiri lagi dalam pelaporan dan membuat Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) Desa.
Menurut Kwartika Dyah R, Kasubid Pelaporan dan Pertanggungjawaban Belanja Bidang Akuntansi BPKAD, sejauh ini semua desa telah menggunakan aplikasi EVB namun masih memerlukan pendampingan. “Dengan adanya pendampingan ini, harapan kami adalah agar ilmu penataausahaan dan pelaporan di tingkat desa dapat terus berkembang dan desa-desa yang mendapat pendampingan dapat menularkan pengetahuannya ke desa-desa lain juga.” ungkapnya. *** (bpkad/ki)***