Gebyar Merdeka BPKAD, HUT ke 73 Republik Indonesia
Jumat, 31 Agustus 2018
Agustus merupakan bulan penting bagi bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif. Tak terkecuali BPKAD Kabupaten Banyuwangi. Bertajuk Gebyar Merdeka, di tahun 2018 ini BPKAD berupaya mempererat kebersamaan dan kekompakan pegawainya.
SEMARAK MERAH-PUTIH DI BPKAD
Warna merah-putih menghiasi lapangan parkir BPKAD Banyuwangi Jum’at malam itu (24/8). Dari panggung, tenda-tenda, balon-balon dan rangkaian bendera terlihat semarak. Dresscoat merah-putih yang dikenakan para pegawai BPKAD bersama keluarga mereka juga memenuhi tenda-tenda. Anak-anak bekejaran sambil bermain balon dan bendera kecil. Memang, malam itu adalah puncak kegiatan yang berkonsep family gathering.
Seru. Itulah kata yang bisa mengungkapkan kemeriahan rangkaian acara di BPKAD. Mulai minggu kedua, para penggemar tenis meja sudah mulai bertanding. Ada pertandingan perorangan dan beregu. Setiap sore, teras belakang kantor dipenuhi sorak sorai penonton.
Lomba-lomba olahraga lain pun menyusul. Pertandingan volli plastik dilaksanakan Senin sore (20/8). Tim-tim volli putra maupun putri memperebutkan juara I, II dan III. Tawa dan canda tak ada habisnya. Pasalnya, sebenarnya banyak anggota tim yang tak bisa main volli tapi tetap ikut bertanding. Jadi, mereka justru terlihat lucu karena takut terlempar bola, tak bisa serving, bahkan ada yang sama sekali tak memahami aturan permaianannya. Memang, untuk ikut lomba volli plastik tidak mewajibkan pemainnya mempunyai skill yang bagus, tapi olahraga ini harus bersifat entertaining atau menghibur. Sedangkan pertandingan futsal dilaksanakan esok harinya, Selasa (21/8), di arena futsal Cendekia Jl. Brawijaya Banyuwangi.
Selain lomba-lomba olahraga, ada juga permainan-permainan menarik. Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini permainan-permaianan di BPKAD banyak yang baru. Ada lomba makan kerupuk, menyangga tempeh dan menangkap bebek di jalur perorangan. Sedangkan permaianan-permainan tim meliputi tebak kata, mencari snack (happy snack), memindahkan gelang karet, balon dangdut dan memasukkan paku dalam botol. Lomba-lomba yang bersifat permainan tersebut selain untuk karyawan dan karyawati, juga diikuti oleh ibu-ibu Darma Wanita Persatuan BPKAD Banyuwangi.
“Senang sekali, ya, bisa memupuk kebersamaan dan kegembiraan seperti ini. Karyawan-karyawati dan ibu-ibu Darma Wanita bermain bersama seperti anak-anak. Ya semangat seperti ini yang akan kita aplikasikan dalam melakukan tugas-tugas di kantor,” ungkap Kepala BPKAD, Bapak Samsudin, SE, M.Si.
Beliau pun menuturkan jika saat ini perayaan kemerdekaan di kampung-kampung pun banyak yang hanya bersifat seremonial saja, sedangkan inti dari perayaan kemerdekaan adalah membangkitkan semangat perjuangan melalui permainan-permainan bersama. “Nanti kalau kita kembali ke kampung, mari kita giatkan kembali permainan-permainan seperti ini. Supaya kebersamaan masyarakat terus ada,” imbuhnya.
Maka pada malam itu pada puncak Gebyar Merdeka, banyak peserta yang memboyong pulang hadiah. Bahkan, tak jarang yang satu orang berhasil memenangkan beberapa lomba sekaligus. Pada acara yang dikemas sederhana namun meriah, BPKAD berbagi kebahagian dengan karyawan dan karyawati, keluarga beserta anak yatim. Semuanya bergembira dan bersyukur atas kemerdekaan yang telah dicapai Indonesia. Tak lupa, mereka juga memanjatkan doa untuk para pahlawan dan korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (bpkad/ki)